10 TIPS HEMAT ENERGI PADA PC DAN LAPTOP

Leave a comment

Di bawah ini adalah sepuluh tips yang dapat Anda gunakan untuk menghemat pemakaian energi pada
pc dan laptop.
1. Atur pencahayaan dan kontras monitor
Mungkin bagi orang yang awam atau pemula dalam menggunakan komputer, mereka jarang sekali More

Advertisements

HACHIKO

Leave a comment

Hachikō adalah seekor anjing yang setia menantikan tuannya. Kisah penantian ini sangat mengharukan banyak orang khususnya masyarakat Jepang. Terinspirasi dari kisahnya maka dibuatlah sebuah patung untuk mengenang kesetiaan Hachikō di depan Stasiun Shibuya, Tokyo.

Tempat ini pun segera menjadi meeting point yang penting, juga menjadi tempat para pasangan bertemu di Shibuya. Seolah-olah pasangan ini ingin menyatakan bahwa mereka juga akan setia seperti Hachikō yang setia.

Lahir pada tanggal 10 November 1923 dari induk bernama Goma-go dan anjing jantan bernama Ōshinai-go, anjing jenis Akita Inu. Anjing ini kemudian dipungut dan menjadi milik keluarga Ueno. Profesor Ueno sangat mencintai anjing kecil ini dan menamainya Hachi, sebuah kata Jepang yang berarti ‘angka 8’, yang merepresentasikan good fortune, comfort and confidence.

Profesor Hidesaburō Ueno yang mengajar ilmu pertanian di Universitas Kekaisaran Tokyo, waktu itu berusia 53 tahun, sedangkan istrinya, Yae berusia 39 tahun. Profesor Ueno adalah pecinta anjing. Sebelumnya pernah beberapa kali memelihara anjing Akita Inu, namun semuanya tidak berumur panjang.

Ketika Profesor Ueno berangkat bekerja, Hachi selalu mengantar kepergian majikannya di pintu rumah atau dari depan pintu gerbang. Hachi kadang-kadang mengantar majikannya hingga ke Stasiun Shibuya. Di petang hari, Hachi kembali datang ke stasiun untuk menjemput.
Dan sebelum berpisah biasanya Prof Ueno akan menepuk-nepuk dan membelai dengan lembut kepala Hachi, dan berjanji bahwa ia akan kembali sore harinya. Dan pada sore harinya Hachi akan kembali ke stasiun menantikan tuannya kembali, dan bersama-sama berjalan kembali ke rumah.

Kebiasaan itu berjalan selama 16 bulan. Sampai suatu ketika pada tanggal 21 Mei 1925, seusai mengikuti rapat di kampus, Profesor Ueno mendadak meninggal dunia karena serangan stroke yang fatal. Atas keputusan keluarga, jenazahnya tidak dibawa ke Tokyo, tetapi langsung dibawa ke kampung halamannya untuk dimakamkan di sana.
Hachi terus menunggui majikannya yang tak kunjung pulang, dan tidak mau makan selama 3 hari. Menjelang hari pemakaman Profesor Ueno, dilakukan upacara tsuya (jaga malam untuk orang meninggal) pada malam hari 25 Mei 1925, dan Hachi masih tetap tidak mengerti Profesor Ueno sudah meninggal.
Ia pergi juga ke stasiun untuk menjemput majikannya. Dan ternyata tuannya tetap tidak kunjung kembali.

Nasib malang ikut menimpa Hachi karena Yae harus meninggalkan rumah almarhum Profesor Ueno. Yae ternyata tidak pernah dinikahi secara resmi. Mulai saat itu Hachi pun berpindah-pindah kepemilikan. Tapi ternyata tidak ada yang menyayanginya seperti Profesor Ueno. Hachi tidak pernah menemukan kasih yang mampu menggantikan kasih Profesor Ueno.
Itu mungkin yang menjadi penyebab mengapa Hachi tidak dapat melupakan majikannya.

Pada musim gugur 1927, Hachi dititipkan di rumah Kikusaburo Kobayashi (yang menjadi tukang kebun bagi keluarga Ueno). Rumah keluarga Kobayashi terletak di kawasan Tomigaya yang berdekatan dengan Stasiun Shibuya. Setiap harinya, sekitar jam-jam kepulangan Profesor Ueno, Hachi terlihat menunggu kepulangan majikan di Stasiun Shibuya. Dan anjing setia ini sering mendapat perlakuan kasar di stasiun tsb.

Pada sore hari, kereta api sudah memasuki stasiun, dan penumpang satu persatu mulai turun, tetapi sampai penumpang terakhir meninggalkan stasiun, Profesor Ueno tetap tidak muncul. Hachi yang tidak pernah tahu bahwa tuannya sudah tidak berada di muka bumi ini lagi, tetap menanti dengan setia. Setiap hari, dari pagi sampai malam hari, sampai kereta terakhir meninggalkan stasiun, Hachi setia menunggu.
Menemukan kenyataan bahwa ternyata tuannya belum kembali juga pada hari itu, dengan lunglai ia meninggalkan stasiun, dan siap untuk datang keesokan harinya lagi.

Tidak jelas kemana Hachi pergi setelah keluar dari stasiun, tapi keesokan harinya Hachi mengejutkan banyak orang ketika ia muncul di pagi hari pada jam yang sama Prof Ueno berangkat kerja. Kembali, Hachi menanti seharian sampai kereta terakhir meninggalkan stasiun di malam harinya.

Akhirnya setiap pengguna kereta api di Shibuya mulai mengetahui kisah penantian Hachi. Mereka tahu bahwa penantian Hachi adalah penantian yang sia-sia, tetapi banyak orang yang mulai tersentuh dengan kesetiaan dan pengharapannya, serta rasa hormat kepada majikannya.

Selama 7 tahun kisah Hachi menunggu majikan di stasiun ini mulai beredar dari mulut ke mulut, sampai pada tahun 1932, sampai kepada penulis Hirokichi Saitō dari Asosiasi Pelestarian Anjing Jepang.

Prihatin atas perlakuan kasar yang sering dialami Hachi di stasiun, Saitō menulis beberapa artikel tentang kisah sedih Hachi. Artikel tersebut dikirimkannya ke harian Tokyo Asahi Shimbun, dan dimuat dengan judul Itoshiya rōken monogatari (“Kisah Anjing Tua yang Tercinta”). Juga ada artikel dengan judul “A Faithful Dog Awaits Return of Master Dead for Seven Years”.

Publik Jepang akhirnya mengetahui tentang kesetiaan Hachi yang terus menunggu kepulangan majikannya. Setelah Hachi menjadi terkenal, pegawai stasiun, pedagang, dan orang-orang di sekitar Stasiun Shibuya mulai menyayanginya. Sejak itu pula, akhiran (sayang) ditambahkan di belakang nama Hachi, dan orang memanggilnya Hachikō.

Sekitar tahun 1933, kenalan Saitō, seorang pematung bernama Teru Andō tersentuh dengan kisah Hachikō. Andō ingin membuat patung Hachikō.
Diprakarsai oleh Andō, diselenggarakanlah acara pengumpulan dana di Gedung Pemuda Jepang (Nihon Seinenkan), 10 Maret 1934. Sekitar 3.000 (wow!!!) penonton hadir untuk melihat Hachikō.

Patung perunggu Hachikō akhirnya selesai dan diletakkan di depan Stasiun Shibuya. Upacara peresmian diadakan pada bulan April 1934, dan disaksikan sendiri oleh Hachikō bersama sekitar 300 hadirin.
Andō juga membuat patung lain Hachikō yang sedang bertiarap. Setelah selesai pada 10 Mei 1934, patung tersebut dihadiahkannya kepada Kaisar Hirohito dan Permaisuri Kōjun.

Kehidupannya yang mulai berubah, (tidak seperti dulu lagi selalu mendapat perlakuan kasar), tidak membuat Hachi melupakan tuannya. Walau kini ia disayangi banyak orang, Hachi tetap setia menanti di stasiun Shibuya.

8 Maret 1935, Hachi ditemukan sudah tidak bernyawa setelah 10 tahun dalam penantian. Berita kematiaanya segera menyebar, dan Hachi diberikan upacara pemakaman layaknya seorang manusia dengan ritual Budha yang berlangsung selama 49 hari!!!

Hachikō dimakamkan di samping makam Profesor Ueno di Pemakaman Aoyama. Bagian luar tubuh Hachikō diopset, dan hingga kini dipamerkan di Museum Nasional Ilmu Pengetahuan, Ueno, Tokyo.

Pada 8 Juli 1935, patung Hachikō yang kedua didirikan di kota kelahiran Hachikō di Ōdate, tepatnya di di depan Stasiun Ōdate. Patung tersebut dibuat serupa dengan patung Hachikō di Shibuya. Dua tahun berikutnya (1937), kisah Hachikō dimasukkan ke dalam buku pendidikan moral untuk murid kelas 2 sekolah rakyat di Jepang. Judulnya adalah “On o wasureruna
(Balas Budi Jangan Dilupakan)”.

Tidak panjang pengalaman Hachi berjalan bersama tuannya.
Tapi pengalaman yang hanya 16 bulan ini, mampu membuat Hachi bertahan dalam penantian selama 10 tahun. Bahkan sampai matipun, ia mati dalam penantian. Suka ataupun duka yang dialaminya tidak mengubahkan kesetiaanya. Perlakuan kasar yang diterimanya di stasiun Shibuya, tidak mampu memudarkan semangat penantiannya. Ia tidak pernah melupakan tuannya. Tujuan hidupnya adalah bertemu dengan tuannya.
Menanti sampai akhir.


Film Hachikō Monogatari karya sutradara Seijirō Kōyama mulai diputar di Jepang, Oktober 1987. Sebuah drama spesial tentang Hachikō ditayangkan jaringan televisi Nippon Television pada tahun 2006. Drama sepanjang dua jam tersebut diberi judul Densetsu no Akitaken Hachi (Legenda Hachi si Anjing Akita). Pada tahun 2009 film Hachiko: A Dog’s Story karya sutradara Lasse Hallström mulai diputar dan dibintangi oleh Richard Gere dan Joan Allen.

(Taked From Many Sources)

More

Menghapus Virus Shortcut

26 Comments

virus

virus

virus shortcut cukup membuat kita binggung dan terganggu , jadi virus ini memang harus dibasmi jauh-jauh dari planet komputer kita.http://www.smileycodes.info More

UU Pornografi Online – Pertanda Kiamat Bagi Situs Porno?

2 Comments

Bila terakhir kali Anda mengecek email hari Jumat, dan sorenya Anda pulang kantor dan kembali lagi kerja ke kantor hari Senin lalu mengecek email,maka coba tebak apa yang ada di dalam inbox email Anda?

uu-pornografiYa benar 50% – 80% email yang masuk sekitar penawaran seputar komoditas ’sekesekesek’. Situs web yang benar-benar XXX, dipastikan tidak berani memiliki domain dengan TLD standar (.com). Pasti mereka menaruh hosting di domain dinamis (undercover). Bahkan karena mereka tidak mau ketangkap karena pelanggaran asusila, mereka bahkan hosting konten berbau pornografi di berbagai situs web social networking dan blog. Nah bisakah ketangkap sub web seperti itu? Dan bila ketangkap, apakah pemilik induk web juga akan diajukan ke meja hijau? Bagaimana melacak web pornografi yang beredar secara online?
More

SEJARAH INTERNET

1 Comment

Internet atau kepanjangannya dari Interconnected Network adalah sebuah sistem komunikasi global yang menghubungkan komputer-komputer dan jaringan-jaringan komputer di seluruh dunia, dimana di dalamnya terdapat berbagai sumber daya informasi dari mulai yang statis hingga yang dinamis dan interaktif.
More

WARNING!!! untuk pengguna jasa Warnet

1 Comment

Apakah anda termasuk salah satu pengguna jasa warnet? Jika jawabannya ‘ya’, sebaiknya berhati2lah. Seperti anda tahu bahwa akhir2 ini marak terdengar kabar tentang hacking jejaring sosial berjuluk facebook. Dan yang paling sering digunakan adalah KeyLogger. Sebenarnya fungsi KeyLogger adalah untuk mengetahui (merekam) segala aktivitas yang terjadi pada keyboard, dan karena itu jugalah mengapa KeyLogger dapat membahayakan privacy anda, para pengguna warnet. Mengapa demikian? Yups, pertanyaan bagus (jika anda bertanya seperti itu tentunya 🙂 )

Seperti penjelasan diatas tadi, fungsi KeyLogger adalah untuk mengetahui dan merekam segala aktivitas yang sedang dilakukan. Sebagai contoh kecil saja, jika anda yang sedang asik2nya ber-internet di warnet langganan anda dan kebetulan ada orang iseng yang menyusupkan Keylogger pada PC (komputer) yang sedang kita gunakan.Intinya, kegiatan anda (apapun itu) pada keyboard akan direkam oleh KeyLogger, termasuk ID User, Password, pesan email bahkan situs2 yang sudah anda kunjungi. Hmm.. bagaimana? Bisa dimengerti bukan? Semoga tidak bingung.. 🙂

Coba anda bayangkan, jika email anda yang berisikan data2 pribadi seperti nomor Credit Card (misalnya) dan data2 penting lainnya yang kemungkinan masih tersimpan di email anda diketahui orang yang tidak berkepentingan, bisa kebobolan dunk.. waduhhh…!!
Keylogger ada 2 macam, yaitu berupa software dan Hardware. Banyak situs2 yang menyediakan Keylogger untuk dinikmati, namun kelemahan dari Software KeyLogger yaitu mudah dikenali oleh anti virus. Namun lain halnya dengan hardware. Hardware tidak bisa di kenali oleh antivirus karena Keylogger jenis ini terpasang sebagai hardware di PC. Contoh KeyLogger jenis ini adalah ‘keyboard‘ yang bisa di beli melalui situs tertentu, seperti disini misalnya.

Untuk menghindarinya, anda bisa mencoba tips berikut.

* Sebelum anda menggunakan PC (pada warnet) dan memulai aktivitas ber-internet, Restart PC anda terlebih dahulu. Jika PC tersebut dipasang program DeepFreeze, maka settingan PC akan kembali seperti semula. Dan anda bisa bersantai dulu, pesan minuman atau apalah hehehe.. 🙂
* Setelah restart dan mengaktifkan billing, silahkan tekan Alt+Ctrl+Shift+F6 secara bersamaan untuk melihat bahwa DeepFreeze aktif (jika PC diinstall DeepFreeze). Atau jika anda tidak mau repot cukup dengan melihat icon kepala beruang dipojok kanan (bawah).
* Kecerobohan yang sering dilakukan pengguna warnet adalah ‘langsung berdiri dan pergi begitu saja‘ begitu selesai ngenet. Padahal pada browser masih tersimpan Private Data yang memungkinkan dibuka oleh orang lain. Apabila anda telah selesai ber-internet, maka jangan lupa menghapus Private Data pada browser yang anda gunakan, contoh saja Mozilla Firefox. Caranya dengan meng-klik [tool –> Clear Private data] atau dengan menekan ctrl+shift+del secara bersama2. Setelah itu restart PC.

Nah, aman deh sekarang. Setidaknya anda sudah melakukan ‘pencegahan‘ pembobolan hak akses anda. Semoga bermanfaat 🙂