MERAHNYA MERAH
Karya : Iwan Simatupang

A. Sinopsis
Merahnya merah adalah suatu novel yang menggambarkan tokoh kita, di dalam suatau komunitas gelandangan di sebuah kota besar. Sejarah tokoh kita sewaktu sebelum meletusnya revolusi fisik adalah seorang laki-laki calon rahib, dia merupakan seorang komandan, diakhir revolusi dia adalah seorang algojo pemacung kepala kepada pengkhianat-pengkhianat yang tertangkap dan sesudah revolusi dan sesudah revolusi dia masuk rumah sakit jiwa.
Kehadiran tokoh kita dalam komunitas kaum gelandangan itu cukup mendapat perhatian para anggota gelandangan dia cukup dianggap, dihormati dan dicintai oleh beberapa diantara penghuni dalam komunitas itu. Maria adalah seoarang yang mempunyai perhatian terhadap tokoh kita. Masa lalu Maria lumayan seram, bahkan dia pernah diperkosa. Marai yang dalam komunitas itu dianggap ibu dari para ibu ini, adalah seorang wanita setengah baya. Wanita ini sebelumnya mempunyai cita-cita menjadi seorang perawat, namun kaerna takut sama darah cita-citanya itu dia tanam dalam-dalam. Batal menjadi perawat, Maria menjadi pelayan sebuah restoran Katolik.
Hubungan antara tokoh Maria dengan tokoh kita benar-benar mesra sampai akhirnya muncul Fifi, Maria yang awalnya seorang yang murah senyum menjadi uring-uringngan dan pencemburu. Karena tokoh kita terlihat begitu akrab dengan tokoh Fifi, yang membawa tokoh Fifi masuk ke dalam komunitas kaum gelandangn mereka itu adalah si tokoh kita itu.
Fifi gadis berusia empat belas tahun, ia anak yatim piatu yang akhirnya membuat dia menjadi seorang pelacur kelas teri dalam usahanya agar tetap hidup diats dunia yang super ganas ini. Dari awal Maria sudah tidak suka dengan kehadiran Fifi dan tidak menerima kehadiran Fifi dalam komunitas mereka, namun karena dia terua didesak oleh tokoh kita dan dia sendiri tidak bisa berbuat apa-apa kalau tokoh kita yang bebicara, selain mengiyakan apa yang dikehendaki si tokoh kita karena cintanya yang demikian dalam pada si tokoh kita. Suatu hari Fifi menghilang, para gelandangan mencari Fifi kesegala penjuru arah, namun tetap saja gagal dan putus asa. Yang paling merasa kecewa tiap kali pulang, yaitu Pak Centeng. Pak Centeng merasa terhina karena gagal mencari dan menemukan fifi dia malu. Sebab selama ini belum pernah Pak Centeng gagal menjalankan misi. Beberapa hari kemudian giliran tokoh kita yang raib dari kelompok gelandangan itu.
Lagi-lagi Pak Centeng merasa malu dan terhina tak terhingga karena dia gagal lagi menemukan tokoh kita. Yang paling geger adalah ketika Maria juga tiba-tiba menghilang, dia raib seperti Fifi dan tokoh kita. Seluruh Armada telah dikerahkan dalam mencari ketika gelandangan yang raib, tapi nihil lagi. Saat itu pula para komunitas gelandangan kalang kabut mencari kesegenap pelosok kota.
Lagi-lagi yang paling merasa terhina adalah Pak Centeng, sebab bagaimanapun dia merasa martabatnya sebagai centeng yang jagoan telah rendah dimata para centeng yang lain maupun diantara temannya sesama gelandangan. Para polisi juga dikerahkan, sama mereka tak berhasil menemukan ketika manusia yang raib bagaikan tertelan bumi.
Tidak lama kemudian tokoh kita muncul di perkampungan gelandangan dan berbagai pertanyaan dilontarkan pada tokoh kita ini. Ternyata Fifi mati dibunuh Maria, karena iridan cemburu yang berlebihan. Sedangkan Maria masuk biara, mencoba mengakui dosa-dosanya, pada Tuhan dan sekaligus mencoba mengabdikan dirinya pada Tuhan Yang Maha Kuasa, dengan harapan segala kesalahannya bisa simanfaatkan oleh Tuhan penguasa seluruh alam. Para gelandangan terharu dan lega mendengar cerita dari tokoh kita ini, yang disalahkan dalam hal ini adalah tokoh kita, kampung gelandangan aman-aman saja.
Tapi bagi pak Centeng sebaliknya dia sangat marah pada si tokoh kita. Dia mengangap bahwa semua ini tokoh kitalah penyebabnya. Karena sebelum tokoh kita masuk kedalam lingkungan gelandangan ini aman-aman saja. Maria ynag dulunyas kekasih pak Centeng, namun setelah adanya tokoh kita cinta Maria berubah menjadi mencintai tokoh kita dan meninggalkan pak Centeng.
Tapi karena marahnya sama tokoh kita sudah sedemikian besar dan tak tertahankan Pak centeng tidak mau peduli dengan ancaman polisi. Tanpa ampun, golok Pak Centeng diayunkan kebatang leher tokoh kita, sekali tebas, kepala tokoh kita langsung pisah dari badannya. Karena kenekatan pak Centeng akhirnya polisi menembak kepala pak centeng. Mereka berdua tergeletak tak bernyawa dan kedua-duanya dikuburkan dengan upacara militer yang dihadiri pejabat tinggi negara.

B. Makna
Novel Merahnya Merah menggunakan pendekatan yang mempertimbangkan masalah kemasyarakatan. Dalam penelitian sosiologi sastra mempunyai tujuan untuk mendapatkan gambaran yang lengkap dan menyeluruh tentang hubungan sosial timbal-balik antara sastrawan, karya sastra, dan masyarakat.
Dalam novel ini Tokoh Kita adalah pemeran utama yang mempunyai sejarah hidup yang panjang. Sebelum menjadi gelandangan, yaitu sebelum revolusi, dia adalah calon rahib. Pada saat revolusi fisik dia menjadi komandan kompi, dan pada akhir revolusi dia menjadi algojo yang menghukum para pengkhianat revolusi. Akhir revolusi fisik dia adalah pasien rumah sakit jiwa.
Diantara para gelandangan dia dihormati dan juga disegani. Hanya ada seorang saja yang kurang suka akan kehadirannya. Dia adalah si Centeng, seorang jagoan di pemukiman gelandangan. Si Centeng merasa sejak kehadiran Tokoh Kita hubungannya dengan perempuan yang bernama Maria menjadi jauh. Maria semakin dekat dengan Tokoh Kita.
Kedekatan Maria dengan Tokoh Kita menjadi renggang sejak kehadiran Fifi. Fifi adalah seorang tunasusila yang dibawa Tokoh Kita. Fifi semakin dekat dengan Tokoh Kita dan hal itu membuat Maria semakin cemburu. Maria akhirnya membunuh Fifi dan kemudian dia bertaubat menjadi biarawati. Kejadian membuat si Centeng marah dan dia pun membunuh Tokoh Kita. Si Centeng juga meninggal karena dia ditembak polisi pada saat membunuh Tokoh Kita.
Isi novel di atas memberikan contoh bahwa cinta dapat membutakan segalanya. Hanya karena cemburu, cinta dapat menghilangkan nyawa seseorang. Tokoh-tokoh di atas menunjukan bahwa mereka tidak dapat menahan emosinya dan hanya mengutamakan ego masing-masing. Selain itu, novel ini juga menunjukan adanya rasa solidaritas yang tinggi diantara kaum gelandangan yang berada di tempat itu.

KEMARAU
Karya : A.A. Navis

A. Sinopsis
Musim kemarau yang panjang di negara ini membuat para petani berputus asa. Sawah ladang mereka sangat kering karena tidak ada air dan cuaca panas sangat menyengat tubuh. Dengan kemarau seperti itu membuat para petani tidak mau menggarap dan mengairi sawah mereka, malahan mereka bermalas-malasan dan bermain-main kartu saja. Tidak semua petani itu bermalas-malasan ada seorang petani yang tidak ikut bermalas-malasan.
Dia adalah Sutan Duono, walaupun dalam keadaan kemarau panjang ini, ia tetap mengairi sawahnya denagn mengangkat air dari danau yang ada disekitar desa mereka sehingga padinya tetap tumbuh subur. Ia tidak menghiraukan panas matahari yang membakar tubuhnya ia berharap agar para petani di desanya mengikuti perbuatan yang ia lakukan. Ia juga berusaha memberikan ceramah kepada ibu-ibu yang ikut dalam pengajaran di surau desa mereka. Namun tak satupun para petani yang menghiraukan ceramahnya apalagi mengikuti langkah-langkah yang dilakukannya.
Tampaknya, keputusasaan penduduk desa telah sampai pada puncaknya. suatu hari ada seorang bocah kecil bernama Acin yang membantunya mengairi sawah sehingga keduanya saling bergantian mengambil air di danau dan mengairi sawah mereka. Penduduk desa yang melihat kerja sama antara keduanya bukannya mencontoh apa yang mereka lakukan. Melainkan mempergunjingkan dan menyebar fitnah, bahwa Sutan Duano mencoba mencari perhatian Gundam. Ibu si bocah itu, yang memang telah menjadi janda . bahkan seorang janda yang menaruh hati pada Sutan Duano pun kemudian mempercayai gunjingan itu.
Gunjingan itu semakin memanaskan telinga Sutan Duano, tetapi ia tidak menanggapinya dan tetap bersikap tenang. Suatu hari ia menerima telegram dari Masri, anaknya yang sudah dua puluh tahun disia-siakannya. Ia memintanya untuk pergi ke Surabaya. Dalam hatinya ia ingin bertemu dengan anak semata wayangmya itu, namun ia tidak mau meninggalkan si bocah kecil yang masih memerlukan bimbingannya. Setelah mempertimbangkan masak-masak, ia pun memutuskan pergi ke Surabaya. Sementara itu, para penduduk desa merasa kehilangan atas kepergiannya. Apalagi setelah mereka membuktikan bahwa semua saran yang diberikan olehnya memberikan hasil. Mereka menyesal telah salah sangka terhadapnya.
Hari yang dinanti-nantikan pun tiba, Sutan Duano pun berangkat ke Surabaya namun sesampainya disana, hatinya menjadi hancur ketika bertemu dengan mertua anaknya, ternyata mertua anaknya adalah Iyah mantan istrinya. Ia marah kepada Iyah karena telah menikahkan dua orang yang bersaudara.
Karena marahnya itu, Sutan Duano mengancam akan memberitahukan kepada Masri dan Arni. Namun, Iyah berusaha menghalanginya dengan memukul kepala mantan suaminya itu dengan sepotong kayu. Kalu saja Arni tidak menghalanginya, kemungkinan besar Sutan Duano tidak akan selamat. Melihat mantan suaminya bersimbah darah, Iyah merasa menyesal kemudian ia memberitahukan kepada Arni bahwa Sutan Duano adalah mantan suaminya, betapa terkejutnya Arni mendengarnya, ia kemudian menceritakan hal itu kepada suaminya. Sehingga mereka sepakat untuk berpisah. Tak lama kenudian, Iyah meninggal dunia, sedangkan Sutan Duano pulang ke kampung halamannya dan menikah dengan Gundam.

B. Makna
Novel Kemarau dilihat dari makna semiotik yang menggambarkan masyarakat Minangkabau yang hanya bisa menerima nasib saja. Dalam menghadapi masalah mereka cenderung menerima nasib dan berdoa tanpa adanya usaha.
Hal tersebut digambarkan penulis dengan penduduk desa yang hanya diam saja ketika musim kemarau datang dan membuat sawah mereka kering. Mereka tidak mau berusaha membuat sawah mereka subur tapi malah bermalas-malasan.
Berbeda dengan Sutan Duano, dia tetap berusaha agar padinya tetap bisa hidup. Dia mengambil air dari danau untuk mengairi sawahnya. Sutan Duano berharap agar semua orang mau mengikuti langkahnya. Tapi tak ada satu pun yang mau mengikutinya. Sutan Duano juga dibantu anak kecil bernama Acin. Mereka berdua mengambil air secara bergantian dari danau. Sutan Duano juga sempat memberi ceramah pada penduduk desa dengan tujuan agar petani lain mau mengikuti usahanya. Tapi usahanya itu sia-sia, tak satu pun penduduk yang mau mengikuti langkahnya.
Sutan Duano juga difitnah penduduk desa. Dia dituduh sengaja mencari perhatian Gundam ibu Acin. Sutan Duano tetap tenang menghadapi isu tersebut. Setelah pulang dari Surabaya menengok anaknya, Sutan Duano akhirnya menikah juga dengan Gundam.
Sikap Sutan Duano ini patut untuk ditiru. Dia pantang menyerah dan terus berusaha hingga usahanya itu membuahkan hasil. Setiap orang dalam menghadapi masalah harus selalu bersemangat dan berusaha. Selain berusaha juga harus diiringi dengan doa karena Allah yang akan menentukan hasil dari usaha kita itu.

CANTING
Karya : arswendo Atmowiloto

A. Sinopsis
Seorang pengusaha batik tradisional merek canting di Solo yang bernama Raden Ngabehi Setrokusumo tiba-tiba membuat geger keluarganya. Betapa tidak dia adalah seorang keturunan keraton kaya serta dihormati dan disegani oleh semua orang namun memutuskan untuk menikah dengan wanita yang bukan berasal dari keluarga keraton. Wanita yang hendak dinikahinya bernama Tuginem salah seorang buruh pabrik batik tradisional milik Raden Ngabehi Setrokusumo.
Karena tuginem hanyalah seorang buruh pabrik miskin dan bukan berasal dari keraton, dan bukan pula berasal dari kalangan priyayi seperti Raden Ngabehi Setrokusomo, tetapi pernikahan itu tetap berlangsung meskipun banyak tantangan dan banyak pendapat dari keluarga Raden Ngabehi Setrokusumo.
Rumah tangga Raden Ngabehi Setrokusumo dan tuginem sangat harmonis. Keduanya sama-sama merasakan kebahagiaan dalam kehidupan rumah tangga mereka. Tuginem yang merasa mendapat anugerah dari Tuhan Yang Maha Kuasa benar-benar mengadipkan dirinya kepada suaminya. Setelah menikah, ia dipanggil Ibu Bei. Secara diam-diam, Ibu Bei membantu usaha batik yang didirikan oleh suaminya. Berkat kerja kerasnya usaha batik merk Canting milik mereka berkembang pesat.
Walaupu Ibu Bei sibuk dalam usaha batik yang dijalankannya tetapi Ibu Bei tidak melepaskan tanggung jawabnya sebagai ibu rumah tangga yang baik. Dia tetap melayani suami dan keenam anaknya dengan baik, serta keenam anaknya sukses dan dapat membanggakan orang tuanya. Wahyu Dewabrata menjadi dokter, Lintang Dewanti menjadi istri kolonel, Bayu Dewasunu menjadi dokter gigi, Ismaya Dewakusuma menjadi insinyur, Wening Dewamurti menjadi dokter yang kemudian menjadi kontraktor yang sukses, serta sibungsu Subandini Dewaputri menjadi sarjana farmasi. Kekuatan Ibu Bei yang sudah tua tidak mampu lafi mengurus usaha batik dan keluarganya, kemampuannya dalam mengurusi para pedagang di pasar klewer Solo mulai menurun, padahal batik Canting mulai mendapat saingan berat dari produk besar dan modern.
Subandini Dewaputri melihat usaha batik Canting milik orang tuanya yang muali menurun, membuat hatinya tergugah untuk mengambil alih usaha tersebut. Dia tidak ingin usaha batik itu hancur namun keinginannya ini ditentang oleh kakanya-kakanya, akibatnya terjadi persilisihan di antara mereka, namun bisa diselesaikan oleh Raden Ngabehi Setrokusomo dengan penuh bijaksana, dan karena penyakitnya tidak lama kemudian Ibu Bei meninggal dunia.
Subandini atau Ni mengambil alih usaha batik itu dengan penuh semangat, dia berusaha melakukan persaingan dengan batik-batik keluaran pabrik-pabrik besar. Namun, ia kalah bersaing. Penjualan batik mereka semakin merosot. Dia merasa frustasi dan akibatnya jatuh sakit, bahkan ia hampir meninggal dunia karena sakitnya sangat parah. Karena sekit itulah timbul kesadaran dalam dirtinya dia mulai memahami mengapa usaha batiknya tak dapat bersaing dengan produk-produk keluaran pabrik. Salah satu penyebabnya adalah masalah merk Canting menjadi Canting Daryono. Dengan nama baru itu Ni meneruskan usaha batik tradisional milik keluarganya.
Keputusan mengubah nama Canting menjadi Canting daryono itu sangat tepat, usaha batik mereka secara perlahan tetapi pasti mulai mampu bersaing di pasaran. Ni tidak menangani usaha itu sendiri, dia dibantu oleh kakak-kakaknya. Batik mereka mulai dikena;l lagi, tidak hanya di dalam negeri namun mulai dilirik oleh turis asing. Sungguh suatu kerja keras yang tiada henti, mereka sekeluarga saling bahu membahu menangani usaha tersebut.
Ni akhirnya meniakh denagn Hermawan, pria pilihan hatinya yang telah lama menunggunya selama gadis itu menangani perusahan keluarganya. Pesta pernikahan mereka diselenggarakan tepat pada hari selamatan setahun menionggalnya Bu Bei, pengelola batik Canting yang paling legendaris dalam keluarga besar Setrokusumo.

B. Makna
Dalam novel CANTING ini ditunjukan bahwa wanita itu sebenarnya tidaklah lemah. Terbukti dalam tokoh Bu Bei, dia adalah seorang wanita yang hebat. Selain menjadi seorang istri yang selalu menjalankan tugasnya dengan baik dia juga membantu suaminya memajukan usahanya, yaitu usaha batik tradisional merk Canting. Usaha yang mereka kerjakan bersama–sama itu akhirnya berkembang pesat dan maju. Walaupun dia membantu suaminya, dia tidak lupa akan kewajibannya sebagai seorang ibu. Keenam anaknya menjadi orang yang sukses.
Selain tokoh Bu Bei ada juga tokoh lain, yaitu Subandini atau akrap dipanggil Ni anak Bu Bei. Ketika melihat pabrik orang tuanya mengalami kemunduran dan Ibunya jatuh sakit dia memutuskan mengambil alih usaha orang tuanya itu. Dengan semangat dia berusaha agar pabrik mereka tidak hancur dan dia berhasil.
Sebagai seorang wanita kita harus bisa mencontoh kedua tokoh tersebut. Tokoh yang mau bekerja keras dan tidak mudah putus asa. Selain itu novel Canting juga mengajarkan pada kita agar tidak melupakan kewajiban sebagai seorang istri yang harus melayani suami dan mengurus rumah. Sesibuk apapun seorang istri harus menyempatkan diri mengurus rumah tangganya.
Dalam tokoh Subandini menunjukan bahwa seorang anak harus berbakti pada kedua orang tuanya. Subandini siap melakukan apapun demi pabrik milik keluarganya. Dalam membangun pabriknya itu Subandini dibantu oleh kakak-kakaknya. Hal ini jelas terlihat bahwa sesama anggota keluarga harus saling membantu.
Tokoh Raden Ngabehi Sastrokusuo adalah tokoh yang bijaksana. Dia bisa mengatasi masalah keluarganya [perselisihan antara keenam anaknya]. Dia adalah seorang yang bijaksana. Sebagai kepala keluarga haruslah bisa bersikap bijaksana dan adil.
Dalam novel Canting ini penulis secara tidak langsung mengangkat citra perempuan. Perempuan tidak lagi dilukiskan sebagai sosok yang lemah dan tertindas melainkan menjadi sosok yang kuat dan hebat. Wanita dan laki-laki mempunyai hak yang sama. Sekarang bukan jamannya lagi wanita selalu ditindas oleh laki-laki. Penulis melihatkan adanya persamaan Gender antara laki-laki dan perempuan dimana hal itu pada saat ini sangat diperlukan untuk menunjukan adanya hak yang sama antara laki-laki dengan perempuan. Novel ini menggunakan pendekatan Feminisme.

SAMAN
Karya : Ayu Utami

A. Sinopsis
Seorang gadis lugu dan cantik bernama Laila mendapat dua kesempatan sekaligus, yang pertama berhubungan dengan pembuatan profil perusahaan Textil Indonesia, sedangkan yang kedua menulis buku tentang pengelolaan minyak di Asia Pasifik atas nama Perrolium Extension Service. Di tempat itu Laila bertemu denagn seorang laki-laki idamannya bernama sihar, Laila bisa bertekuk lutut dihadapan Sihar karena sebelumnya Laila sangat membenci laki-laki dan menganggapnya sebagai musuh. Dipabrik pertambangan ini Sihar beradu mulut denagn salah satu pimpinannya, karena salah satu teman Sihar meninggal di tempat itu dan kejadian itu terjadi karena kesalahan Rosana, salah satu pimpinan perusahaan itu.
Karena kejadian itu Laila menjadi dekat dengan Sihar. Kasus kematian itu diadukan Sihar ke penagdilan dan berkat bantuan Laila yang meminta tolong pada Yasmin Moninska, kasus ini bisa dimenangkan. Karena kedekatannya itu Sihar menjadi kekasih Laila, dari sinilah diketahui bahwa Sihar sudah mempunyai iastri, namun cinta Laila tak juga surut mereka sering bertemu di kantor, Laila juga meminta pertolonagn seorang yang pernah di cintai Laila yaitu Wisanggeni.
Wisanggeni muncul kembali setelah beberapa waktu menghilng. Wisanggeni merubah namanya menjadi Saman yang tak lain adalh pastor gereja, setelah kemenangan kasus ini, Sihar tidak lagi menghubungi Laila, setiap mereka berkencan selalu gagal, apalagi setelah sihar sering mendapat telepon dari orang yang tidak dikenal Sihar selalu mematikan teleponnya. Hal yang paling berat adalah ketika Laila mendenagr bahwa Sihar akan pergi ke Amerika, mereka bersepakat akan bertemu di Central Park, New York. Di sana Laila akan bertempat tinggal di rumah temannya yang bernama Shokuntala. Penantian itupun sia-sia karena Sihar mengajak istrinya, setelah itu, mereka tidak pernah bertemu dan hanya penantian yang kunjung jua yang dirasakan Laila.

B. Makna
Novel SAMAN menggunakan pendekatan Feminisme yang berusaha mengangkat harkat dan martabat perempuan agar bisa sejajar dengan kaum lelaki.
Novel ini menceritakan kehidupan beberapa perempuan yang tidak bisa menjaga harga dirinya. Beberapa tokoh wanitanya terlibat dalam pergaulan bebas, mereka hanya mementingkan kepuasan sesaat saja. Pada saat remaja, mereka sudah mulai berani melakukan hal-hal yang seharusnya tidak mereka lakukan. Apa yang dilakukannya itu adalah perbuatan yang sangat tercela dan melanggar norma agama serta norma kesusilaan.
Hal di atas terbukti dengan sikap Yasmin yang melakukan hubungan dengan Saman. Padahal Yasmin sudah mempunyai seorang suami. Selain Yasmin, Laila juga sama, dia menjalin hubungan dengan Sihar yang sudah mempunyai seorang istri.
Yasmin, Laila, dan Shakuntala mereka telah dibutakan oleh cinta dan nafsu yang besar pula. Karena tidak dapat menahan nafsunya, mereka tarjebak dalam pergaulan bebas.
Untuk menghindari hal-hal seperti di atas seharusnya pendidikan tentang sex perlu ditingkatkan. Melakukan hubungan sebelum menikah adalah haram hukumnya. Mereka tidak memikirkan akibat yang akan mereka dapatkan dari pergaulan bebas itu. Seharusnya mereka bisa menjaga harga dirinya agar tidak dimanfaatkan lelaki dan bisa dihormati serta dihargai lelaki.
Selain tokoh wanitanya, ada seorang tokoh lagi yang bernama Saman. Sebelumnya dia adalah seorang Pastur. Selama menjadi seorang Pastur dia sangat baik kepada semua orang yang berada disekitarnya. Dia selalu membantu orang yang merasa kesulitan walaupun dia sendiri akan merasa sulit. Hal ini terbukti dengan dia membantu penduduk desa yang disuruh pemerintah mengganti tanaman mereka dengan tanaman yang ditetapkan pemerintah. Ketika membantu warga desa, Saman juga sempat ditangkap pemerintah karena dianggap memprovokasi warga agar menolak mengganti tanaman mereka.Setelah kejadian itu dan dia berhasil pergi dari desa, dia mengganti namanya dengan Saman.
Saman adalah sosok Pastur yang benar-benar mengabdikan dirinya untuk masyarakat. Dia rela mengorbankan dirinya demi orang lain yang memerlukan bantuannya. Dalam membantu pun dia juga tidak setengah-setengah dan dengan ikhlas tanpa mengharapkan imbalan.

KHUTBAH DI ATAS BUKIT
Karya : Kuntowijoyo

A. Sinopsis
Barman seorang pensiunan pegawai negeri, merasa senang ketika anaknya Bobi menganjurkannya untuk mengisi hari tuanya di sebuah vila pegunungan. Pada mulanya Dosi menantunya kurang setuju dengan gagasan itu, terutama karena usia mertuanya sudah mulai uzur. Akan tetapi rupanya faktor usia tidak akan menjadi persoalan, sebab udara pegunungan yang sejuk akan membuat Barman lebih tenang dan tanpa gangguan dari cucu-cucunya. Apalagi anaknya sudah menyanggupi akan menyediakabn seorang perempuan muda yang selalu siap melayani Barman setiap saat. Perempuan muda itu bernama Popi, ia bersedia menjadi istri Barman dan mau hidup jauh dari keramaian bersama suaminya yang sudah tua. Sejak ditinggal istri pertamanya Barman memang merasa kesepian. Lalu kini saat menghabiskan sisa hidupnya, ada sebuah boneka hidup cantik dan menyenangkan.
Dalam banyak hal, kehidupan di pegunungan yang semuanya telah tersedia, membawa sepasang suami istri itu ke alam kebahagiaan, meskipun sebenarnya dalam hal hubungan yang lebih khusus, Barman tak sepenuhnya dapat memberi kebahagiaan. Lelaki itu sudah terlalu tua untuk hubungan seperti itu. Namun demikian popi tak terlalu nurut banyak. Barangkali pengalamna masa lalunya sebagai kupu-kupu malam, cukup membuat perempuan muda itu bersikap arif.
Suatu hari, ketika Barman berjalan-jalan di seputar pegunungan itu, ia bertemu dengan seorang lelaki yang sama tuanya. Lelaki yang mengaku sebagai penjaga bukit itu juga bermaksud hidup dalam kesepian dan meninggalkan sebagai orang yang sudah tak maua peduli dengan kehidupan duniawi. Ia tak mau terikat oleh berbagai keinginan, termasuk juga hasratnya pada perempuan. Dengan demikian, Humam jadi tampak begitu merdeka, bebas berfikir, dan bebas dari keinginan-keinginan. Suatu karakter yang amat bertolak belakang dengan Barman yang masih terbelenggu berbagai kebutuhan fisik dan psikis. Saudara kembar yang masing-masing mempunyai tujuan dan pandangan hidup yang sangat berbeda.
Perjumpaannya dengan Humam lelaki yang dianggapnya aneh itu, membuat Barman mulai memprtanyakan keberdaan dirinya. Makin terkejut lagi, saat ia melihat sahabat barunya itu meninggal. Humam meninggal dalam keadaan damai meskipun ia hidup sendiri dan sepi. Pemandangan tersebut ternyata telah meniggalkan kesan yang dalam bagi Barman. Lebih dari itu muncul pula pemikiran baru dalam dirinya. Mendadak ia merasa begitu bergantung kepada istri mudanya. Dan ia ingin lepas ingin bebas. Ia memang sangat mencintai Popi. Namun, pengalaman barunya dengan Humam, juga tak dapat dilupakannya. Ia ingin melepaskan bebas dari milik kita, maka kita telah membebaskan diri. Inilah kesadaran baru yang mulai diresapi oleh Barman.
Popi bukan tak merasakan perubahan itu. Ia cemas bagaimanapun, perubahan sikap Barman sedikit banyak akan berakibat juga pada kehidupan Popi selanjutnya. Ia mulai merasakan kebahagiaan tersendiri hidup dengan Barman. Ia takut perubahan pada diri suaminya akan berakibat buruk dan merusak kebahagiaannya. Oleh karena itu, untuk menyenangkan suaminya, Popi membiarkan Barman melakukan dan berbuat apa saja sesuai denagn keinginannya, termasuk keinginan lelaki tua itu untuk mengikuti apa yang telah dilakukan Humam.
Barman kini hidup dengan segala kebebasannya. Denagn cara memerdekakan dirinya dari belenggu keinginan-keinginan yang bersifat materi, lelaki tua itu merasakan kedamaian. Ia merasa bahagia. Timbul keinginannya agar orang lain pun mengikuti jejaknya menemukan kebahagiaan sebagaimana yang ia rasakan. Barman lalu mewrtakannya kepada setiap orang. Maka, para penduduk di sekitar pegunungan itu pun berdatanagn meminta petunjuknya. Belakangan, makin banyak orang datang kepadanya, barman justru dihinggapi kebingunan. Ia tak tahu berita apa yang harus disampaikan kepada mereka. Dalam kebingunan itu, akhirnya ia berteriak dengan suara yang amat menyayat hati.
Orang-orang kemudian mencari Barman. Mereka menemukan lelaki tua itu sudah tak bernyawa. Seseoranmg lalu menggotongnya dan membawa jasadnya menuju vila milik almarhum, sedangkan yang lainnya mengikuti dari belakang. Mereka kemudian berusaha menemui Popi.
Kemudian Popi meninggalkan vila, dan dia bertemu dengan seorang sopir truk, saat itulah dia menumpahkan hasratnya yang selama ini terpendam. Dan pergi entah kemana.

B. Makna
Dalam novel Khutbah di Atas Bukit terdapat beberapa fenomena kejiwaan yang nampak dalam perilaku tokoh-tokohnya. Novel ini mengisahkan kehidupan seorang tokoh yang bernama Barman. Dia adalah seorang pensiunan diplomat yang ditinggal mati istrinya sejak anaknya Bobi masih kecil. Bobi menyuruh ayahnya itu menghabiskan masa tuanya disebuah bukit. Disana Barman ditemani perempuan cantik bernama Popi. Di bukit itu Barman menghabiskan waktunya dengan Popi yang selalu membuat dia bahagia.
Pada suatu saat Barman berkenalan dengan Humam. Humam mengajarkan banyak hal pada Barman. Ketika Humam meninggal, Barman mendapat warisan rumah Humam. Barman sering menghabiskan waktunya di rumah itu. Barman ingin hidup seperti Humam yang tenang, damai, dan bahagia. Tak lama Barman mempunyai banyak pengikut yang menginginkan kehidupan bahagia.
Barman mengajak para pengikutnya ke atas bukit. Disana dia berbicara pada para pengikutnya bahwa “hidup ini tak berharga untuk dilanjutkan”. Setelah itu Barman meninggal dan kematian itu mereka anggap sebagai pembebasan yang sempurna.
Novel ini juga membahas masalah wanita. Hal ini dibuktikan dengan tokoh wanitanya yang bernama Popi. Popi dulu adalah seorang tuna susila yang kemudian dia mengabdikan hidupnya pada Barman. Tapi setelah kematian Barman, Popi kembali pada kehidupannya dulu.
Selain Barman dan Popi masih ada lagi tokoh yang bernama Bobi. Dia adalah anak Barman. Bobi adalah anak yang benar-benar berbakti pada Ayahnya. Dia sangat perhatian dan menyayangi Ayahnya. Apapun yang diinginkan Ayahnya selalu dia turuti.
Tokoh Bobi ini menggambarkan betapa sayangnya anak terhadap orang tuanya. Seorang anak yang yang menginginkan orang tuanya merasa tenang dan damai dalam masa tuanya. Selain itu, dia juga seorang anak yang ingin membalas kebaikan Ayahnya selama ini.

RONGGENG DUKUH PARUK
Karya : Ahmad Thohari

A. Sinopsis
Dukuh Paruk seakan-seakan mendapat anugerah nyawa baru, ketika Srintil gadis yatim piatu yang berusia sebelas tahun itu dinobatka menjadi ronggeng. Seluruh penduduknya menyambutnya dengan penuh gembira, sebab dengan begitu menurut mereka cerita Dukuh Paruk sebagai Dukuh ronggeng yang akan kembali menggema.
Padukuhan yang terkenal kering kerontang ini nantinya akan diramaikan lagi denagn berdatangan tamu-tamu dari berbagai penjuru desa, berseliwerannya uang-uang terbang ke atas panggung ronggeng Srintil, ramainya seloroh-seloroh cabul dan sebangsanya, serta silih sikutnya antar pesaing dalam memperebuitkan ronggeng srintil. Atau suasana-suasana gembira lainnya. Bau-bau harum keramatnya Ki Secamenggala pasti akan menyebar kembali menyelimuti Dukuh Paruk.
Orang yang paling berbahagia denga dinobatkannya Srintil sebagai ronggeng adalah kakek neneknya sendiri, Sukarya dan istrinya. Karena dengan dinobatkannya Srintil sebagai seorang ronggeng tentu saja usaha kakek neneknya yang telah mengasuh Srintil, sejak kedua orang tua Srintil meninggal dunia karena keracunan tempe bongkrek tidak lah sia-sia. Dan yang terpenting juga, bahwa tugas mereka menjadi Srintil sebagai seorang calon ronggeng yang seakan sudah mendapat restu dari dukuh ronggeng keramat Ki Secamenggala itu dapat terlaksana dengan baik dan sukses.
Sebaliknya yang terjadi terhadap pemuda Rasus, dia sangat kecewa dan sedih menerima kenyataan Srintil wanita yang sangat ia cintai dinobatkan jadi ronggeng. Sebab apabila srintil menjadi ronggeng, berarti gadis itu menjadi milik semua orang. Setiap orang bebas meniduri Srintil karena memang begitulah kehidupan ronggeng. Maka berarti srintil bukan miliknya sendiri.
Dan tentu saja sebagi ronggeng Srintil harus menyerahkan keperawanannya kepada orang lain, yang jelas akan ditentukan oleh sang dukun ronggeng yaitu Ki Kertareja. Dan Rasus sudah mengetahui siapa pemuda yang akan mendapatkan kesucian Srintil pertama kali, yaitu Dower dan sulam, sebagaimana telah ditentukan oleh dukun Kertaraja. Kedua pemuda inilah yang mendapat giliran pertama, setelah kedua pemuda ini memenangkan semacam sayembara yang telah di tentukan oleh Ki Dukuh Kertareja. Sulam mempersembahkan seringgit uang emas dan pemuda Dower menyerahkan seekor kerbau dan dua rupiah uang perak kepada Ki Kertareja.
Pada suatu malam yang sudah ditentukan oleh Kertareja, dukun ronggeng Dukuh Paruk itu, srintil pun dinobatkan menjadi ronggeng Dukuh Paruk. Secara diam-diam Rasus mengikuti semuanya dari jauh. Srintil di bawa ke makam Ki Secamenggala itu, Srintil dimandikan. Setelah dimandikan, maka Srintil akan menjalankan tahap berikutnya, yaitu menjadi budak kelambu, menyerahkan keperawanannya, kepada pemuda yang telah ditentukan oleh dukun Kertareja, yang tidak lain adalah Sulam dan Dower, dua orang pemuda bajingan dukuh Paruk tersebut.
Tampak kedua pemuda itu bertengkar di samping rumah Dukun Kertareja untuk menentukan siapa diantara mereka yang berhak pertama kali meniduri Srintil. Pertengkaran ini secara diam-diam didengar oleh Rasus. Diam-diam Srintil datang menghampirinya tanpa diduga dan dinaya Srintil meminta pemuda itu untuk menidurinya karena ia sangat membenci Dower dan Sulam, Rasus pun memenuhi permintaan itu. Sebab memang sudah lama dia mendambakan akan hal tersebut. Baru setelah pemuda Rasus selesai menggauli srintil di belakang rumah Kertareja itu barulah pemuda dower dan Sulam Datang.
Sehabis menggauli Srintil orang yang sangat ia cintainya itu Rasus meninggalkan Dukuh Paruk. Dan dia meninggalkan Srintil orang yang paling ia cintai dan sekaligus orang yang sangat ia benci, karena Srintil sudah menjadi ronggeng yang sekaligus akan menjadi milik banyak orang.
Di desa Dawuan, tempat penuda Rasus mengasingkan diri, dia banyak merenuang. Bayangan Srintil sebagai orang bayang-bayang Emaknya yang melebur dalam diri Srintil memintanya untuk menjadi suaminya, maka denagn tegas Rasus menolak. Karena rasus sudah memutuskan bahwa biarlah dia mengalah dan biarlah srintil menjadi milik orang banyak, menjadi ronggeng kebanggaan Dukuh Paruk.

B. Makna
Dalam novel RONGGENG DUKUH PARUK yang juga menggunakan pendekatan Feminisme dan juga mengangkat masalah gender.
Disini mengisahkan seorang anak perempuan berusia 11 tahun yang akan menjadi ronggeng. Sebelum menjadi ronggeng dia harus menempuh dua syarat yang salah satunya adalah malam bukak klambu.
Malam bukak klambu adalah malam dimana seorang calon ronggeng memberikan keperawanannya pada seorang lelaki yang mampu membayarnya dengan harga mahal. Rasus laki-laki yang dicintai Srintil yang mendapatkannya karena kemauan Srintil.
Novel ini menggambarkan seorang wanita yang bisa dinikmati laki-laki manapun atau perempuan yang menjadi milik semua lelaki. Hal ini sangat bertentangan dengan norma agama dan sosial. Tidak sepantasnya seorang wanita melakukan hal itu dengan lelaki yang bukan suaminya.
Tapi dalam kehidupan di Dukuh Paruk, menjadi seorang ronggeng bukanlah hal yang tabu. Disini menjadi seorang ronggeng adalah suatu kebanggaan tersendiri. Bahkan istri yang suaminya bisa meniduri calon ronggeng pun juga merasa bangga. Dalam Dukuh Paruk tidak mengenal batasan tabu. Perbuatan seksualitas jauh dari nilai sakralitas.
Ronggeng dalam novel ini juga diceritakan tidak boleh menikah dan memiliki keturunan. Hal ini dikarenakan jika rongeng hamil akan mengganggu pekerjaannya. Padahal Srintil sangat menginginkan kedua hal tadi, tapi dia tidak bisa melakukannya. Istri dukun ronggeng telah membuatnya tidak bisa mempunyai keturunan karena dia harus melayani lelaki manapun. Perbuatan istri dukun ini sangatlah tercela. Dia sudah merampas hak orang lain dan membuat orang tersebut menderita. Pada kodratnya seorang wanita itu akan mempunyai keturunan, tapi tidak dengan Srintil. Dia juga ditinggal pergi lelaki yang dia cintai.

KELUARGA PERMANA
Karya : Ramadhan K.H.

A. Sinopsis
Suasana keluarga Permana yang sebelumnya tentram dan damai tiba-tiba berubah menjadi neraka yang menyebabkan penderitaan lahir dan batin bagi anak dan istri Permana. Hal ini terjadi atau sebagai awal penyebabnya adalah yaitu semenjak Permana diberhentikan dari perusahaan tempatnya bekerja denagn alasan yang tak jelas. Setelah pemecatan itu berubah menjadi seorang yang kasar dan sering menyiksa anak dan istrinya dengan alasan yang terkadang dibuat-buat. Atau dengan sebuah kesalahan yang tak sewajarnya sampai mendapat hukuman yang berat, namun oleh Permana pelakunya, baik anak maupun istrinya disiksa secara berlebihan.
Selama Permana menjadi penganguran, Saleha istri Permana yang bekerja keras mencari nafkah. Walaupun demikian, ia tidak pernah luput dari siksaan suaminya. Perman merasa tidak berarti sebagai seorang suami dan seorang ayah. Ia merasa malu dan rendah diri sehingga otak jernihnya menjadi buram dan penuh prasangka buruk. Dalam benaknya selalu terbayang bahwa isterinya telah berbuat serong dengan teman sekerjanya. Apabila Saleha mencoba menjelaskan atau membantah denagn kata-kata yang sedikit keras, Permana langsung naik pitam dan menyiksa, menendang, memukul, atau menamparnya. Kalau sudah begitu, hati Saleha menjadi hancur karena usaha keras yang ia lakukan agar dapur tetap mengepul seakan-akan tidak berarti di mata suaminya. Namun ia tetap bertahan menghadapi semua itu karena dia tidak ingin keluarganya menjadi hancur.
Perman juga sering menyiksa anaknya, ida namanya. Terkadang tanpa alasan yang kuat, Ida sering mendapat tamparan, cubitan, serta sabetan rotan berulang-ulang. Akibatnya Ida menjadi seorang yang penakut dan pendiam. Siswa sebuah SMA ini begitu ngeri dan sekaligus benci dengan figur ayah semacam Permana ayahnya itu.
Perilaku kasar permana menjadi berkurang setelah kedatangan Sumarto yang bermaksud kos di rumah mereka. Dengan kehadiran pemuda itu di rumahnya Permana sedikit merasa lega karena memiliki sedikit pemasukan uang bulanan. Sebenarnya yang paling merasa senang atas kehadiran Sumarto adalah Ida. Ida yang selama ini tidak mempunyai teman untuk menceritakan duka nestapa tentang perlakuan ayahnya itu sekarang telah mendapatkan orang yang tepat. Dan mereka pun menjalin hubungan kasih yang mesra malah sampai pernah keduanya hilang kontrol, keduanya melakukan perbuatan yang melanggar larangan agama, mereka berhubungan intim.
Betapa kagetnya Permana dan isterinya ketika pembantunya, Komariah mengatakan kepada mereka bahwa Ida hamil. Perman dan isterinya sepakat untuk menggugurkan kandungan anaknya. Dengan diam-diam Saleha pergi ke seorang dukun dan mendapat ramuan yang haurs diminum oleh anaknya. Setelah minum obat itu Ida merasakan sakit yang luar biasa akhirnya ia dibawa kedokter, dan oleh dokter rahim Ida harus diangkat dan mengakibatkan Ida tidak akan mempunyai keturunan lagi.
Sumarto yang mendengar berita itu merasa bersalah dan akhirnya ia melakukan pengakuan dosa kepada Romo murdianto. Dengan penuh kesabaran Sumarto memberanikan diri pergi ke Bandung untuk meminta maaf kepada keluarga Permana sekaligus melamar Ida. Ida yang merasa bahwa pilihan satu-satunya adalah menikah dengan Sumarto menyetujui untuk berpindah agama suaminya, yaitu agama kristen. Walaupun masih diliputi rasa kebimbanagn yang mendalam akhirnya wanita itu dibaptis oleh Romo Murdianto.
Dengan berat hati Saleha dan suaminya merelakan anaknya menikah dengan Sumarto. Keduanya pun menikah di catatan sipil. Pesta perkawinannya berlangsung secara sederhana dan dihadiri oleh keluarga kedua belah pihak. Suasana resepsi perkawinan mereka itu begitu kaku. Setelah menikah Ida diboyong ke Jatiwngia kampung halaman suaminya. Di sana Ida mendapat musibah sehingga Ida terpaksa dirawat lagi ke rumah sakit. Suatu malam Ida terburu-buru hendak ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya, kakinya terantuk meja dekat keran air tersebut sehingga ia terjerembab ke lantai.
Suster yang mendengar ada sesuatu yang terjatuh langsung menghampiri suara tersebut, dan ia melihat Ida tergeletak di lantai, suster rumah sakit itu membisikkan Allahu Akbar Lailahaillalah, sayup-sayup diikuti oleh Ida, setelah itu Ida telah pergi selama-lamanya. Ida dimakamkan dikuburkan dipemakaman katolik sesuai permintaan keluarga Sumarto.
Kematian Ida menyisakan penyeselan Permana yang tak al;ang kepalang. Batinnya hancur. Pikirnnya kacau balau. Dia tidak mau meninggalkan kuburan anaknya. Dan dia menjadi gila.

B. Makna
Novel KELUARGA PERMANA mengandung psikologi sastra. Novel ini menunjukan adanya Kekerasan Dalam Rumah Tangga [KDRT]. Hal tersebut sangat tidak baik dan harus bisa dihindari dalam sebuah rumah tangga. Sebagai kepala keluarga seharusnya bisa bersikap bijaksana dalam kondisi apapun. KDRT juga melanggar HAM. Seorang istri dan anak seharusnya dilindungi dan bukan untuk disiksa atau dianiyaya.
Novel ini menceritakan kisah sebuah keluarga yang dulu sangat bahagia tentram dan damai menjadi neraka yang menyebabkan penderitaan lahir dan batin semenjak sang kepala keluarga kehilangan pekerjaannya. Permana kepala keluarga itu berubah menjadi kasar terhadap anak dan istrinya. Seleha istri Permana, walaupun dia selalu disiksa suaminya dia tetap tegar dan terus berusaha untuk menghidupi keluarganya. Dia bekerja keras demi keutuhan keluarganya walaupun dia juga dituduh suaminya selingkuh. Sosok Saleha adalah sosok seorang istri yang sangat mencintai keluarganya. Demi keutuhan keluarganya dia tetap tegar menghadapi sikap suminya.
Permana juga sering menyiksa anaknya Ida tanpa alasan yang tepat. Ia sering menampar, memukul, dan menyabet Ida dengan rotan. Karena sering dimarahi, Ida menjadi benci dengan ayahnya dan dia pun menjadi anak yang pendiam. Sikap kasar Permana sedikit berkurang ketika seorang pemuda bernama Sumarto datang dan berniat kost di rumahnya. Sumarto dan Ida saling jatuh cinta dan melakukan perbuatan yang dilarang agama. Ida hamil dan Sumarto diusir.
Orang tua Ida sepakat untuk menggugurkan kandungan Ida dan bayi yang dikandung Ida meninggal setelah Ida dibawa ke rumah sakit karena meminum obat dari seorang dukun. Sumarto kemudian datang dan berniat menikahi Ida. Keduanya menikah dan Ida mengikuti agama suaminya yaitu Kristen. Mereka berdua tinggal di Jatiwangi. Saat di Jatiwangi Ida sakit dan dilarikan ke rumah sakit. Di rumah sakit itu Ida meninggal. Dia dikebumikan di pemakaman Katolik atas permintaan keluarga Sumarto karena dia telah di baptis sebelum menikah dulu.

SENJA DI JAKARTA
Karya : Mochtar Lubis

A. Sinopsis
Raden kaslan memanfaatkan kedudukannya dalam anggota dewan partai Indonesia ketika Husin Limbara, ketua Partai Indonesia memintanya untuk menangani penyediaan dana pemilu partainya. Ia mengatur agar partai mendapat dana. Caranya dengan mendirikan perusahaan-perusahaan fiktif yang akan menangani lisensi impor barang-barang kebutuhan pokok rakyat. Istri raden Kuslan, Fatma, dan anak tunggalnya, Suryono, anak tiri Fatma, masing-masing menjabat direktur perusahaan-perusahaan fiktif tersebut. Tak ketinggalan, Husin Limbara dan teman-teman separtai memperoleh jabatan direktur bermacam-macam nama perusahaan.
Suryono sebenarnya adalah pegawai pada Kementrian Luar Negeri yang baru saja pulang dari dinas di luar negeri. Atas desakan ayahnya, ia berhenti sebagai pegawai negeri dan kemudian berkecimpung dalam bisnis yang ditangani ayahnya. Ia yang ketika pulang mengeluh terus karena fasilitas yang diberikan kementriannya, kini menjadi kaya raya dan menjabat direktur beberapa perusahaan.
Di sisi lain, Suryono dikenal sebagai playboy. Intim dengan wanita-wanita kesepiaan seperti Dahlia pelacur-pelacur kelas atas dan tidak ketinggalan dengan ibu tirinya sendiri yaitu Fatma.
Pegawai jujur seperti Idris yang tak mau ikut arus zaman harus menerima ketidak puasan istrinya, Dahlia yang selalu menuntut kebutuhan materi. Tanpa sepengetahuan suaminya, Dahlia melayani Suryono yang memnerikan kepuasan materi dan biologis saaat idris tak ada di rumah. Hal ini juga menimpa Sugeng, pegawai Kementrian perekonomian, yang selalu dituntut oleh istrinya agar mendapatkan rumah secepatnya. Namun, Sugeng tidak seperti Idris yang teguh memegang prinsip pegawai negeri, ia turut ambil bagian dalam bisnis yang ditangani Raden Kaslan sesuai dengan jabatannya.
Pada saat orang-orang seperti Raden Kaslan, Suryono, Husin Limbara, dan kawan-kawannya mengeruk kekayaan sebanyak-banyaknya, rakyat jelata hidup dalam kesusahan. Orang-orang seperti Saimun dan Itam yang berkerja sebagai tukang sampah. Pak ijo, kusir tua dan istrinya, selalu dalam bayang-bayang kelaparan. Juga Neneng yang terpaksa melacurkan diri agar bisa memperoleh sesuap nasi. Mereka sama sekali tidak diperhatikan oleh orang macam Raden Kaslan dan kawan-kawannya, yang selalu digembar-gemborkan dalam kampanye bahwa mereka berjuang untuk meningkatkan taraf hidup rakyatnya.
Sementara itu, sekelompok orang yang selalu dengan bangga menyebut dirinya budayawan, tidak henti-hentinya mengadakan diskusi, berdebat, dan masing-masing mau menang sendiri membela konsep yang diajukan. Mereka seakan lupa pada rakyat yang harus mengantri beras, minyak, garam, dan kebutuhan pokok lainnya. Mereka lupa pada rakyat yang harus mempertahankan hidup dengan segala cara, bahkan tak segan membunuh orang untuk menyambung hidup. Bahkan, di antara mereka terjadi gontok-gotntokan.
Keadaan Jakarta makin bertambah kacau dengan adanya berita di koran-koran oposisi, yang membongkar kecurangan oknum-oknum partai yang berkuasa dalam mengumpulkan dana. Koran-koran opsisi menelanjangi partai-partai yang memegang pemerintahan dengan menyebut nama-nama yang terlibat dalam perusahaan-perusahaan fiktif yang memegang lisensi impor. Meskipun koran-koran pemerintah membantah isu tersebut pemerintah tetap saja tak dapat bertahan. Akhirnya, kepala negara membubarkan kabinet dan memerintahkan pengusutan terhadap isu lisensi impor tersebut.
Suasana tak menentu seperti yang terjadi di Jakarta, dimanfaatkan dengan baik oleh orang yang mempunyai sifat bunglon, salah satu di antaranya adalah Halim. Pada saat partai Indonesia berkuasa, Halim memihak partai tersebut. Ia memperoleh sejumlah besar uang untuk surat kabar yang dipimpinnya. Tentu saja, sebagian besar masuk ke kantongnya dan mendapat hadiah dari Partai Indonesia menjadi an ggota parlemen. Ketika Partai Indonesia menjadi anggota parlemen. Ketika Partai Indonesia tak kuat menahan serangan aposisi, Halim berpihak pada oposisi dan berbalik menyerang partai yang dahulu memberi fasilitas kepadanya.
Buntut peristiwa terbongkarnya bisnis lisensi impor. Raden Kaslan mendapat panggilan dari pihak yang berwajib. Sugeng ditangkap polisi di rumahnya, sedangkan Suryono bersama ibu tirinya, Fatma, bermaksud kabur. Namun di kawasan Puncak, mobil mereka mengalami kecelakaan. Suryono mengalami luka berat dan terpaksa dirawat di rumah sakit Bogor. Fatma sendiri yang selamat dan kembali ke Jakarta.

B. Makna
Dalam novel Senja di Jakarta mengandung adanya keserakahan. Tokoh-tokohnya merasa tidak puas dengan kehidupan yang mereka terima. Sebagai contoh adalah Surono, putra Raden Kaslan. Sebelum menjadi direktur Surono bekerja sebagai pegawai kementrian luar negri. Tapi karena dia merasa tidak puas dengan pekerjaannya itu dia memutuskan untuk menerima tawaran untuk menjadi direktur.
Tidak hanya Surono saja yang menjadi direktur di perusahaan itu. Seorang pegawai negri yang bernama Sugeng juga menjadi direktur. Istri Sugeng selalu menuntut Sugeng untuk memenuhi kebutuhan materi yang melebihi kemampuannya. Sehingga Sugeng langsung menyetujui ketika dia ditawari menjadi seorang direktur. Mereka semua hidup dalam kemewahan.
Tapi tidak dengan pegawai negri lain yang bernama Idris. Dia tidak tergiur dengan tawaran menjadi direktur dan tetap bekerja sebagai pegawai negri walaupun istrinya selalu menuntut meteri yang berlebihan.
Tokoh-tokoh di atas adalah contoh dari orang-orang yang tidak bersyukur atas apa yang sudah mereka terima sebelumnya dan hanya mementinkan kemewahan. Orang yang serakah dan tidak pernah merasa puas. Mereka juga melupakan keadaan di luar mereka. Mereka tidak memperhatikan orang miskin yang berusaha keras agar bisa tetap hidup. Mereka hanya mementingkan kesenangannya sendiri.
Kebahagiaan yang dirasakan Raden Kaslan dan orang-orang yang terlibat dalam perusahaan fiktif itu tidak berlangsung lama. Karena ada suatu masalah mereka ditangkap pihak kepolisian.
Cerita ini mengajarkan pada kita agar tidak serakah terhadap apapun. Selalu bersyukur dengan apa yang sudah kita terima adalah suatu hal yang baik. Kemewahan tidak akan kekal, apalagi jika melupakan lingkungan sekitarnya dan tidak memenuhi kewajiban atas hartanya.

Para priyayi
Karya: Umar Kayam

A. Sinopsis
Wage tinggal di Desa Wandawas sejak dalam kandungan ia telah menjadi anak yatim. Kehidupan Desa Wandawas yang diliputi kemiskinan sehingga membentuk Wage yang berkeperibadian yang lugu dan penurut, ketika berusia enam tahun ibunya menyerahkan Wage kekeluarga Sastrodarsono Yang tinggal dijalan setenon dikota Wonogalih keluaga Sastrodarsono adalah keluarga Priyayi. Sastrodarsono merupakan seorang guru. Semenjak tinggal disana Wage pun mengalami kenaiakn status yaitu sebagai keluarga Priyayi. walaupun Wage hanyalah anak titipan, namun Sastrodarsono selalu memperlakukannya dengan sangat baik. Oleh Sastrodarsono nama Wage diganti menjadi Lantip karena nama tersebut dipandang lebih bermakna dan lebih pantas untuk hidup dilingkungan Priyayi.
Banyak peristiwa suka dan duka pun yang dirasakan oleh Lantip di keluarga Sastrodarsono. Dimulai dari kenyatan pahit disaat meninggal ibunya, Ia pun mengetahui bahwa ayahnya mempunyai hubungan dengan keluarga Sastrodarsono. Namun ayahnya bukanlah seorang Priyayi, mengingat disaat ayahnya meninggal dengan membawa nama buruk. Yang merupakan gembong perampok. Namun dengan adanya keluarga Sastrodarsono pun Lantip mulai merasakan suatu kebahgiaan.
Lantip sangt bahagia tinggal dikeluarga Sastrodarsono, dimana keluarga tersebut dikenal dengan keluarga yang saling menghormati. Sastrodarsono memiliki tiga orang anak. anak pertama dari Sastrodarsono adalah Nugroho, Nugroho pun dikenal dengan anak yang sangt patuh kepada orang tuanya dan dia pun telah menyelesaikan sekolah dan menjadi seorang guru. Nugroho mempunyai dua orang anak, kemelut yang terjadi pada masa kekuasaan jepang merubah garis hidup Nugroho yang Ia jalani, Nugroho diangkat menjadi opsir tentara Republik yang ikut andil secara langsung pada setiap peperangan pada masa itulah Nugroho menerima nasib yang tragis karena kematian anaknya yang pertama, anak kedua Sastrodarsono adalah Hardjo, Ia seperti halnya Nugroho dia telah berhasil menyelesaikan sekolah dan menjadi seorang guru dan dia tinggal di desa Wonogiri. Hardjo menikah dengan Sumarti anak muridnya sendiri dan Ia dikarunia satu orang anak yang bernama Harimurti. anak ketiga Sastrodarsono adalah Sumini seperti halnya dengan yang lain dia pun dapat menyelesaikan sekolahnya dan menjadi seorang guru. Sastrodarsono merawat dan memelihara anak-anaknya dan sebagai seorang periyayi ia juga merawat anak-anak saudaranya.
Lantip pun terkadang merasa terasingkan karena derajatnya yang dulunya bukan dari keluarga priyayi sehingga sering kali Ia diremehkan oleh anak-anaknya Sastrodarsono, adapun Nugroho yang sering memberikan kesan negatif ke Lantip akan tetapi seiring berjalannya waktu nugroho pun dibuat terkesima karena Lantip dapat menyelesaikan permasalahan-permasalahan di keluarganya.

B. Makna
Di dalam Novel para Priyayi ini saya mencoba menganalisis dengan menggunakan pendekatan Psikologi Sastra dan Pendekatan Strata Social and Culture.
Dari cerita diatas menggambarkan sejumlah keragaman beban psikis yang dialami seorang Wage yang merupakan salah satu tokoh utama dalam novel ini. Di dalam novel ini menceritakan perjuangan Wage dalam menjawab tantangan kehidupan tanpa mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya. Pada saat dia masih di dalam kandungan dia telah ditinggal oleh ayahnya karena diduga ayahnya adalah seorang perampok. Tidak sampai disitu bahkan Wage pada usia enam tahun dia dititpkan kepada seorang Priyayi dan dia pisah dengan Ibunya. Walaupun secara sosial Wage mengalami suatu proses naiknya derajat karena telah diasuh oleh keluarga Priyayi dan seketika itu nama Wage di ganti dengan nama Lantip. akan tetapi secara emosional Lantip masih menyimpan suatu beban batin atas kurangnya mendapatkan kasih sayang dan perhatian yang seharusnya tercurah dari orang tuanya. Akan tetapi karena kurangnya mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya Lantip pun terbentuk menjadi seseorang yang berkeperibadian pendiam dan lugu.
Ketika melihat dari Pendekatan Strata Social and Culture di dalam novel ini kita dapat melihat adanya suatu kesenjangan sosial yang dialami pada masa itu, dari kesenjangan antara keluarga Priyayi dengan keluarga yang bukan Priyayi atau rakyat biasa, sehingga dalam cerita ini menggambarkan jelas kedudukan Sosial didalam kebudayaan tersebut. Adapun dapat kita lihat pada cerita tersebut kedudukan Priyayi jauh diatas tingkatannya dan secara tidak langsung dapat memberikan suatu deskrimanasi dan memberikan suatu batasan-batasan pada Hak dan Martabat manusia selaku mahluk sosial.

Ayat-ayat Cinta
Karya: Habiburahman EL Sihrazy

A. Sinopsis
Ada seorang pemuda yang berasal dari negara Indonesia yang mempunyai keinginan untuk bersekolah di universitas tertua di dunia yang letaknya berada di delta Nil yang sebenarnya untuk bersekolah ke delta Nil itu orang tuanya harus menjual sawah yang sebenarnya warisan dari kakeknya. Akan tetapi dengan keterbatasan tersebut ia dapat menyongsong masa hidupnya dengan mandiri sehingga menjadikan hidupnya bahgia, pemuda itu tidak lain adalah Fahri tokoh utama dalam novel ini. Fahri merupakan orang yang sangat di sayangi para sahabatnya dan di lingkungannya karena setiap perilaku dan aktivitas yang ia kerjakan selalu dicermatinya dan berdasarkan refrensi dari kitab-kitab dan ulama, sehingga jarang yang memperlakukannya seperti memperlakukan musuh. Di Mesir fahri tinggal di sebuah flat yang terbilang sederhana bersama teman-temannya yang berasal dari Indonesia, walaupun di dalam flat yang terbilang sederhana mereka tidaklah mengeluh dan bersedih melainkan mereka sangat bahgia dan harmonis, mereka saling bahu –membahu saling memberikan sesuatu yang terbaik untuk flatnya atau tempat tinggal mereka dan tidak pula mereka membagi tugas dalam berbagi pekerjaan dan tanggung jawab tentang pekerjaan rumah. Adapun yang tinggal diflat itu adalah hamdi, rudi, misbah, saiful. Saiful dan rudi baru tingakat tiga dan mau masuk ketingkat empat, Sedangkan Misbah dan Hamdi sedang menunggu pengumuman kelulusan untuk memperoleh gelar Lc. atau Licence. Mereka semua telah menempuh ujian akhir tahun pada akhir Mei sampai awal Juni yang lalu. Tinggal menunggu hasil ujiannya pada bulan Agustus. Adapun fahri sekarang tinggal menunggu pengumuman untuk menulis tesis master di Al Azhar. Hari demi hari selalu dilewati dengan sangat terkontrol sehingga dalam pekerjaan yang akan dihadapinya sepuluh tahun mendatang pun sudah direncanakan dengan baik, karena fahri terinspirasi dari kata-kata “Hidup tanpa tujuan tidak akan membuat Kemajuan walaupun jalan yang ditempuhnya jalan yang mudah, akan tetapi hidup dengan tujuan akan membuat kemajuan walaupun jalan yang ditempuh dengan sulit” dan pada akhirnya fahri pun menikahi seorang wanita yang bernama aisyah yang berlatar belakang keluarga konglomerat, dengan ayah berdarah jerman dan seorang ibunya berdarah palestina, mereka pun hidup bahgia namun hal yang sangat teragis adalah orang-orang yang menyukai fahri tiba-tiba jadi berubah mereka tidak lain adalah wanita-wanita yang dulu menyukai fahri akan tetapi mereka malu untuk menunjukan rasa sukanya kepada fahri,.
Pertama adalah Noura adalah seorang wanita mesir yang malang yang selalu disiksa oleh keluarganya yang akhirnya di tolong oleh fahri karena fahri pun merasa iba melihat wanita yang disiksa, dan akhirnya noura pun bebas dari penderitaannay dan menemui suatu keabadian ketika para dokter menyatakan bahwa badrun bukan orang tua asli Noura, namun kebaikan fahri di balas denagn suatu penghinaan hingga fahri dimasukan kedalam penjara karena dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap Noura hingga hamil. Yang kedua adalah Maria gadis cerdas yang beragama katolik yang hafal denagn surat maria, maria mempunyai kepribadian yang manja, akan tetapi dia sangat cerdas, menurut keterangan orangtuanya maria adalah gadis pemalu. Namun ketika mendengar bahwa fahri telah menikah maria pun jadi jatuh sakit hingga tak sadarkan diri, menurut keterangan dokter maria sakit diagnosa yaitu sakit karena frustasi, dan para dokter menyarankan bahwa maria bisa sembuh kalau mendengar seseorang yang sangat disayangnya ia adalah fahri, walaupun pada akhirnya maria pun meninggal dunia, akan tetapi sebelum maria meninggal dunia fahri pun telah menikahinya itu pun pada awalnya ditolak oleh fahri akan tetapi itu semua adalah idenya aisyah istri fahri yang pertama, aisyah menyarankan ide itu karena nasib fahri ada di tangan maria karena setelah noura mengajukan surat peecehan seksual terhadap fahri kepengadilan, fahri pun tidak dapat berbuat apa-apa, karena hanya maria saksi hidup yang dapat menyatakan bahwa dirinya tak bersalah.

B. Makna
Novel Ayat-ayat Cinta merupakan novel yang sangat kreatif dan memberiakn suatu Inspirasi lewat berbagai mcam pesan dan pelajaran yang dapat diambil, ketika membaca novel tersebut, ketika membaca novel tersebut secara eksplisit kita dapat menikmati dan mendapat pengetahuan tentang suasana keindahan kota mesir, dari cuaca yang sangat panas dan di akhir tahun cuaca dingin, dan berbagai macam adat istiadat kebudayan masyarakat mesir dalam bersosialisasi dan berkomunikasi. Dan yang tidak ketinggalan dari inti novel tersebut adalah berupa pelajaran moral yang sangat ditanam denagn mendasari dari Al-Quran dan Al hadis, pengarang lewat sosok fahri berhasil membidik pembaca dalam memperlihatkan atau mendeskripsikan tingkah laku sosok nabi Muhammad lalu diimplementasikan dalam wujud keseharian fahri dalam mengarungi bahtera kehidupan. Sosok fahri sangat memberikan suatu nilai tambah karena perilaku dan dari berbagai macam pelajaran dari cerita tersebut dapat di selesaikan walaupun semua itu yang dijalani dengan usaha yang gigih. Dalam novel tersebut yang banyak lebih tampak adalah pesan-pesan moral yang khendak disampaikan pengarang kepada pembaca bahwa untuk mencapai suatu hasil yang maksimal haruslah denagn suatu usaha yang kuat. Disamping itu novel ini juga menyisipkan aroma-aroma cinta, maksudnya bagaimana caranya agar sesorang saling mencintai dan di sayangi, bagaimana caranya disayangi atau mencintai menurut syariat Islam, novel ini beraroma percintaan yang diatur dan ditata dengan agama, sehingga dapat dirasakan manfaat yang dapat diambil dari novel ini dan pengetahuan tentang pola kebudayaan masyarakat mesir. Sehingga novel ini merupakan Novel multi normatif. Pendekatan multi normatif adalah berbagai mcam norma yang terkumpul jadi satu yang semuanya membentuk suatu keharmonisan dan saling keterkaitan didalam karya sastra.