1.1 LATAR BELAKANG

Identitas sebagai Kota Budaya sangat akrab dan melekat lama di Kota Solo. Upaya pelestarian tentu saja menjadi kehendak seluruh warga Kota Solo. Sebab pelestarian warisan pusaka sebagai tanda proses perubahan serta perkembangan kota yang terjadi secara alamiah. Secara berurutan tanpa harus kehilangan masa lalu yang dapat dijadikan cermin untuk pembangunan masa depan. Strategi pengelolaan kota yang terarah dan bersinambung dimaksudkan sebagai piranti lunak untuk menjalankan fungsi pengarahan dan fungsi kontrol bagi laju pembangunan cepat tersebut.

Kawasan Ngarsapura di sepanjang Jl. Diponegoro yang menghubungkan antara citywalk Jl. Slamet Riyadi dengan Kompleks Mangkunegaran diharapkan mampu menjadi salah satu kawasan wisata, ekonomi, dan seni bagi kota Surakarta. Kawasan ini bisa menjadi pusat kegiatan baru (node) bagi aktivitas sosial, ekonomi, dan seni-budaya untuk kebutuhan masyarakat Solo.
Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) adalah panduan rancang bangun suatu lingkungan/kawasan yang dimaksudkan untuk mengendalikan pemanfaatan ruang, penataan bangunan dan lingkungan, serta memuat materi pokok ketentuan program bangunan dan lingkungan rencana umum dan panduan rancangan, rencana investasi, ketentuan pengendalain rencana, dan pedoman pengendalian pelaksanaan pengembangan lingkungan/kawasan. RTBL akan menjadi pedoman perancangan kawasan dan arahan rancangan bangunan serta lingkungan untuk mewujudkan kawasan yang tertata.

1.2 ARTI PENTING KAWASAN NGARSAPURA
Kontribusi kawasan Ngarsapura terhadap kota Surakarta dipengaruhi oleh tata letak kawasan yang berada dalam simpul-simpul ekonomi dan pergerakan kota, dengan dilatarbelakangi komplek Kraton Mangkunegaran. Arti penting penyusunan RTBL Kawasan Ngarsapura sbb:

1. Kawasan Ngarasapura terletak di pusat kota Surakarta dengan mengemban fungsi pelayanan

jasa dan perdagangan yang bersifat sekunder (kawasan sekitar kota Surakarta).

2. Jaringan jalan di Kawasan Ngarsapura menjadi bagian yang penting dari sistem pergerakan

kota, karena berakses langsung kepada citywalk di Jl. Slamet Riyadi.

3. Intensitas kegiatan ekonomi di Jalan Diponegoro sangat tinggi, dengan keberadaan fungsi

perdagangan, jasa, pendidikan, dan perumahan.

4. Komplek Keraton Mangkunegaran di sisi utara Jl. Ronggowarsito menjadi pusat kegiatan

budaya, menjadi datum dan simbol yang layak untuk dipertahankan keberadaannya.

5. Pasar Triwindu di sisi timur Jl. Diponegoro saat ini menjadi pusat perdagangan barang-barang

antik maupun produk repro bernuansa antik.

6. Diperlukan upaya untuk memadukan kepentingan peningkatan kenyamanan pejalan kaki serta

pemantapan citra kawasan citywalk.

7. Kawasan Ngarsapura merupakan kawasan dengan dinamika yang tinggi, khususnya kegiatan

perdagangan, jasa, pemukiman, dan perdagangan. Masing-masing kegiatan berupaya

mengambil orientasi utama pada jalan-jalan utama di Ngarsapura.

Penyusunan RTBL untuk kawasan Ngarsapura dapat menjadikan pembangunan lebih terarah dan terkonsep.

1.3 TUJUAN, SASARAN, DAN MANFAAT PERENCANAAN

1.3.1 Tujuan

RTBL Kawasan Ngarsapura mempunyai maksud untuk menyediakan instrumen penataan ruang yang dapat berfungsi mengarahkan dan mengendalikan kegiatan-kegiatan mendatang.

1. Mewujudkan bangunan dan lingkungan sebagai wujud struktural pemanfaatan ruang yang

fungsional, aman, nyaman, sehat, seimbang, selaras, dan serasi dengan lingkungannya, serta

berjati-diri atau beridentitas.

2. Mewujudkan kemakmuran rakyat, mencegah dan menanggulangi dampak negatif terhadap

lingkungan alam, lingkungan buatan dan sosial.

3. Mewujudkan panduan untuk penataanbangunan dan lingkungan sebagai upaya komprehensif dan

keterpaduan dari kegiatan perencanaan, pemanfaatan dan pengendalian sebagai wujud

pemanfaatan ruang dalam bentuk yang terukur multi dimensi, bangunan dan lingkungannya.

1.3.2 Sasaran
Sasaran yang dicapai dari Penyusunan RTBL Kawasan Ngarsapura adalah sbb:

1. Menghasilkan konsep dan acuan pelaksanaan pembangunan fisik dan lingkungan Kawasan

Ngarsapura dalam bentuk RTBL untuk kawasan Ngarsapura guna menunjang sektor-sektor

unggulan kawasan (pariwisata dan perekonomian) dan pengendalian pembangunan kawasan.

2. Menata pola pembangunan fisik dan lingkungan Kawasan Ngarsapura yang terkonsep dan

terarah serta berkesinambungan, melalui desain perencanaan dan pedoman pelaksanaan.

1.3.3 Manfaat

Manfaat yang diperoleh melalui kegiatan RTBL Kawasan Ngarsapura adalah sbb:

1. Mewujudkan pelaksanaan pembangunan fisik dan lingkungan yang terkonsep, terarah dan

berwawasan lingkungan;

2. Mewujudkan kawasan dengan penataan bangunan dan lingkungan yang terkonsep, terarah dan

berwawasan lingkungan;

3. Mewujudkan bangunan dan lingkungan sebagai wujud struktural pemanfaatan ruang yang

fungsional, aman, nyaman, sehat, seimbang, selaras, dan serasi dengan lingkungannya;

4. Mewujudkan keseimbangan lingkungan hidup, keamanan, keselamatan dan kesehatan serta

kemudahan masyarakat umum secara berkelanjutan.