KITA banyak sudah berbicara tentang model pembelajaran kontekstual, kita juga sudah berbicara perbedaan antara model pembelajaran kontekstual dengan model pembelajaran tradisional, kita sudah beberkan pula keuntungan dan kelebihan dari model pembelajaran kontekstual.

Tidak hanya sampai di situ, dari banyak penelitian dan hasil kajian dari Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan, baik oleh dosen, LSM, guru maupun mahasiswa, menunjukkan bahwa model pembelajaran kontekstual dapat kita lakukan di dalam proses pembelajaran.

Selanjutnya dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan, bahwa model pembelajaran kontekstual hasil belajar siswa, motivasi siswa dalam belajar, sikap siswa dalam belajar, keterampilan kritis dan keterampilan sosial para pelajar lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran tradisional yang dilaksanakan oleh guru.

Banyak para peneliti menyampaikan rekomendasinya kepada pengambil kebijakan katakanlah birokrasi pendidikan untuk memberikan pernjelasan dan sosialisasi kepada guru supaya guru menggunakan model pembelajaran kontekstual ini dalam pembelajarannya, dan sudah waktunya guru meninggalkan model-model pembelajaran yang ku-rang memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif, kreatif dan inovatif. Dengan upaya-upaya yang sudah dilakukan, baik oleh peneliti, pengambil kebijakan, pelaksana pendidikan, akan dapat memberikan dampak dan upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Pelaksanaan pembelajaran kontekstual ini dapat dilakukan oleh semua guru tanpa kecuali, kemudian dapat dilakukan terhadap semua tingkat dan jenis pendidikan. Tentunya masalah dan konsep yang diketengahkan harus sesuai dengan tingkat dan level satuan pendidikan. Untuk tingkat pendidikan anak usia dini berbeda dengan tingkat pendidikan dasar, demikian pula pendidikan dasar berbeda pula dengan pendidikan menengah.
Kita berharap kiranya pengelola pendidikan di kelas, mau dan menyadari bahwa model pembelajaran ini baik, dan kami memberikan rekomendasi kepada berbagai pihak yang terlibat langsung dengan masalah pendidikan dan pengajaran.

Pihak-pihak tersebut memiliki ikatan batin dan bertanggungjawab secara moral di dalam mewujudkan pendidikan bermutu sebagaimana yang diharapkan kita bersama.

Rekomendasi yang perlu kami sampaikan :

(1) Kepada Guru di semua tingkat, jenis baik pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar (SD/SMP, dan Pendidikan Menengah bahkan Pendidikan Tinggi hendaknya dapat mengembangkan kualifikasi dan kualitas profesinya. Dengan demikian eksplorasi pustaka dan eksperimen empirik tentang model pembelajaran kontekstual terus dilaksanakan pada setiap pembelajaran yang dilakukannya.
Kreativitas dalam melaksanakan pembelajaran diantaranya dengan menerapkan pendekatan belajar mengajar model kontekstual atau CTL dalam setiap mata pelajaran,

(2) Kepada para Guru disampaikan untuk senantiasa bersikap terbuka terhadap inovasi dan merespon secara aktif dan kreatif setiap perkembangan pendidikan, sehingga apa yang dilakukan terhadap siswa benar-benar dapat berguna, baik bagi kehidupannya sendiri maupun orang lain,

(3) Kepada Kepala sekolah agar dapat mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan oleh Guru dan mengadakan pemantauan atau monitoring dan evaluasi secara rutin dengan tujuan untuk mengingatkan para guru agar dapat melaksanakan proses pembelajaran dengan baik serta tercapai peningkatan kegiatan pembelajar agar lebih optimal,

(4) Kepada Instansi atau Lembaga yang terkait dengan penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran di sekolah, disarankan untuk mengadakan pendidikan dan pelatihan, serta workshop sehingga sosialisasi dapat merata, dan tidak ada lagi guru-guru yang tidak mengetahui dan memahami khusus tentang pelaksanaan pembelajaran model pembelajaran kontesktual kepada para Guru, sehingga para Guru dapat bekerja dengan lebih baik dan profesional yang nantinya dapat meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia, dan

(5) Kepada Depdiknas, Dinas Pendidikan, Perguruan Tinggi (LPM, Lemlit, Jurusan atau program studi yang ada di LPTK, media massa dan lembaga lain yang terkait untuk melakukan kegiatan-kegiatan pelatihan berkenaan dengan model pembelajaran kontekstual yang tujuannya adalah meningkatkan kemampuan dan ketrampilan guru. Semoga ***