Beberapa waktu yang lalu pemerintah melalui Dinas Pendidikan setempat telah mengumumkan hasil uji sertifikasi guru tahun 2007. Sebagai contoh, pada sertifikasi guru tahun 2007 ini di Kabupaten Kuningan-Jawa Barat tercatat sebanyak 430 orang guru dari berbagai tingkatan telah dinyatakan lulus seleksi melalui portofolio.

Dengan dinyatakan lulusnya para peserta seleksi tersebut, tentu saja mengandung implikasi dan konsekuensi tertentu khususnya bagi guru yang bersangkutan. Legitimasi yang disandang sebagai guru yang tersertifikasi (guru profesional) hendaknya benar-benar dapat diwujudkan dalam perilaku tugas kesehariannya, baik yang terkait dengan pemenuhan kompetensi personal, sosial, pedagogik maupun akademik.

Dari sisi personal, mereka yang sudah tersertifikasi seyogyanya dapat menunjukkan keteladanan pribadi (have good personality), menjadi panutan bagi guru-guru yang lainnya. Sementara dari segi sosial, mereka diharapkan dapat menunjukkan sosiabilitas yang tinggi dan memiliki nilai manfaat lebih bagi lingkungan sosialnya, khususnya bagi para rekan sejawat. Dari sisi pedagogik, para guru yang sudah tersertifikasi seyogyanya dapat menunjukkan kemampuan pedagogiknya terutama pada saat menjalankan proses pembelajaran siswa. Dari mereka diharapkan dapat muncul berbagai inovasi pembelajaran yang dapat dimanfaatkan dan diterapkan paling tidak di lingkungan sekolahnya. Dari sisi akademik, pendalaman tentang substansi materi dari mata pelajaran yang diampunya. Dari mereka diharapkan muncul karya-karya tulis yang bermutu untuk di-sharing-kan dengan rekan sejawat lainnya. Singkatnya, mereka yang sudah tersertifikasi diharapkan dapat menunjukkan kinerja dan produktivitasnya yang tinggi.

Akhirnya, penulis ucapkan selamat bagi Anda yang sudah tersertifikasi dan mari kita tunggu karya dan kiprahnya dalam mengangkat nasib pendidikan kita yang masih memprihatikan ini. Jika tidak, maka sertifikasi guru menjadi tidak efisien dan hanya menghambur-hamburkan uang saja.