BAB I
PENDAHULUAN

Membaca semakin penting dalam kehidupan masyarakat yang semakin kompleks. Setiap aspek kehidupan melibatkan kegiatan membaca. Tanda-tanda jalan mengarahkan orang yang bepergian sampai pada tujuannya, menginformasikan pengemudi mengenai bahaya di jalan, dan mengingatkan aturan-aturan lalu lintas.

Di samping itu, kemampuan membaca merupakan tuntutan realitas kehidupan sehari-hari manusia. Beribu judul buku dan berjuta Koran diterbitkan setiap hari. Walaupun informasi bisa ditemukan dari media lain seperti televise dan radio, namun peran membaca tak dapat digantikan sepenuhnya. Membaca tetap memegang peranan penting dalam kehidupan sehari-hari karena tidak semua informasi bisa didapatkan dari media televisi dan radio.

Seseorang dapat menentukan sendiri berbagai manfaat yang dapat dirasakan ketika membaca buku. Yang paling umum dari manfaat membaca buku adalah kita dapat belajar dari pengalaman orang lain. Atau, dengan membaca buku, kita dapat menambah pengetahuan.

Manfaat khusus dari kegiatan membaca adalah bahwa orang yang rajin membaca buku dapat terhindar dari kerusakan jaringa otak di masa tua. Ini menurut riset mutakhir tentang otak. Bahkan, secara tegas, penelitian inin menyatakan bahwa membaca buku dapat membantu seseorang untuk menumbuhkan saraf-saraf baru di otak

Sebelumnya ada teori bahwa menumbukan saraf-saraf baru di otak itu hanya berlangsung dari usia dini hingga tujuh tahun. Memang, ini benar. Namun, teori baru mengatakan hingga akhir hayat, seorang manusia tetap mampu menumbuhkan saraf baru dan membentuk jaringan saraf baru. Membaca salah satunya,bermanfaat untuk hal yang satu ini.

Di sini, anda akan memperoleh penjelasan berharga dari Jordan E. Ayan tentang manfaat membaca untuk memicu daya kreativitas anda. Mengapa membaca harus dikaitkan dengan kretivitas? Apakah betul kegiatan membaca dapat membantu seorang untuk kreatif? Mari kita dengarkan saja apa yang diuraikan, secara menarik, oleh Jordan Ayan.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Manfaat Membaca Buku
Menurut Jordan E. Ayan tentang manfaat membaca buku adalah untuk memicu daya kreativitas. Berikut diuraikan, secara menarik, oleh Jordan E. Ayan :
“Di sepanjang hampir seluruh jenjang pendidikan, kita diajari membaca terutama untuk mencari informasi, bukan untuk memahami bahwa membaca berpengaruh positif terhadap kreativitas. Kita banyak diajari ‘cara ampuh untuk membaca’, bukan ‘keampuhan membaca’.

“Pendapat saya, salah satu tujuan terpenting membaca adalah mengorbankan gagasan dan upaya kreatif. Peristiwa membaca yang terbaik pada hakikatnya adalah siklus hidup mengalirnya ide pengarang ke dalam diri kita, dan pada gilirannya ide kita mengalir balik ke seluruh penjuru dunia dalam bentuk benda yang kita hasilkan, pekerjaan yang kita lakukan, dan orang-orang yang terkait dengan kita.”

Pada 1851, ahli filsafat Jerman, Arthur Schopenhauer menulis, “Membaca setara dengan pikiran menggunakan pikiran orang lain, bukan pikiran sendiri.” Dengan membaca, kita mampu menyelami pikiran orang lain dan menambahkan pemikiran serta pengalaman orang lain ke dalam pemikiran dan pengalaman kita sendiri.

Beberapa manfaat membaca, menurut Jordan E. Ayan, yang berdampak bagi perkembangan sebagian besar jenis kecerdasaan, diantaranya adalah,
– Membaca menambah kosakata dan pengetahuan akan tata bahasa dan sintaksis. Yang lebih penting lagi membaca memperkenalkan kita pada banyak ragam ungkapan kreatif, dan dengan demikian mempertajam kepekaan linguistik dan kemampuan menyatakan perasaan. Dengan membaca, kita belajar mengenai metafora, implikasi, persuasi, sifat nada, dan banyak unsur ekspresi lain yang semuanya penting bagi segala jenis seniman, pelaku bisnis, atau penemu.

- Banyak buku dan artikel yang mengajak kita untuk berintropeksi dan melontarkan pertanyaan serius mengenai nilai, perasaan, dan hubungan kita dengan orang lain.

- Membaca memicu imajinasi. Buku yang baik mengajak kita membayangkan dunia beserta isinya, lengkap dengan segala kejadian, lokasi, dan karakternya.

Inilah empat langkah yang dianjurkan Jordan E. Ayan untuk dilakukan agar dapat mengembangkan rencana membaca dalam konteks kreativitas.

Langkah 1 : Berjanji untuk Membaca secara Kreatif Setiap Hari
Membuat catatan kecil untuk mengingat isi buku yang sudah dibaca, Karena perlunya membaca ulang untuk mencari sesuatu yang diperlukan.

Langkah 2 : Membaca secara “Ngemil”
Unsur utama program membaca kreatif adalah melakukan beberapa kegiatan membaca singkat di tengah kesibukan sehari-hari. Cari saat-saat singkat lima hingga sepuluh menit agar bisa istirahat untuk membuat pikiran lebih segar.

Langkah 3 : Bacalah dari Beragam Sumber Bacaan
Bacalah dari sebanyak mungkin sumber bacaan dalam masa rehat singkat yang tersedia. Anggaplah membaca seperti ini sebagai “ngemil”, bukan makan besar pada hari itu.
Langkah 4 : Terapkan Apa yang Anda Baca dalam Kehidupan Sehari-hari
Inilah inti rencana membaca kreatif. Pada tahap ini, pemunculan ide mungkin terjadi.

Pelontaran Pertanyaan Prabaca
Sebelum membaca sesuatu, bertanyalah pada diri sendiri dengan keras-keras, “Apa yang sedang saya lakukan atau kerjakan saat ini, yang akan memberikan manfaat jika saya memperoleh ide baru?” Terapkan pertanyaan ini dalam masalah bisnis, hobi, proyek-proyek seni, serta dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.

Perenungan Pascabaca
Pikiran prabaca baru merupakan satu bagian proses. Meninjau informasi baru, jika ada kaitan penting yang tertinggal. Tanyakan pertanyaan-pertanyaan berikut pada diri sendiri:
1. Apa intisari artikel atau paragraph ini?
2. Masalah apa yang sedang coba dipecahkan pengarang?
3. Bagaimana ide atau solusi penulis berkaitan dengan hidup saya?
4. Adakah metode berpikir atau metafora yang terkandung dalam bacaan ini bisa saya ambil untuk memecahkan masalah dalam hidup saya?
5. Adakah kemungkinan ide baru terselip dalam artikel ini?
6. Adakah pertanyaan dalam bagian iniyang tak terjawab?
7. Apakah saya ingin menjelajahi topic dalam artikel atau buku ini lebih jauh lagi?
Rencana Membaca Kreatif
Lengkapi diri dengan berbagai ragam materi cetak, termasuk yang di berikut ini :
– Buku-buku yang sudah Anda punyai, yang sudah lama ingin And abaca
– Majalah yang Anda punyai, yang belum sempat Anda baca
– Buku dan majalah pinjaman dari perpustakaan atau yang Anda beli dari kios terdekat
– Buku audio dari took buku
– Bahan-bahan yang dikirim lewat pos
– Berbagai jurnal dan bulletin professional

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Manfaat membaca buku adalah untuk memicu daya kreativitas. Beberapa manfaat membaca, menurut Jordan E. Ayan, yang berdampak bagi perkembangan sebagian besar jenis kecerdasaan, diantaranya adalah,
– Membaca menambah kosakata dan pengetahuan akan tata bahasa dan sintaksis.
– Banyak buku dan artikel yang mengajak kita untuk berintropeksi dan melontarkan pertanyaan serius mengenai nilai, perasaan, dan hubungan kita dengan orang lain.
– Membaca memicu imajinasi. Buku yang baik mengajak kita membayangkan dunia beserta isinya, lengkap dengan segala kejadian, lokasi, dan karakternya.

DAFTAR RUJUKAN

Hernowo. 2005. Quantum Reading; cara cepat nan bermanfaat untuk merangsang
munculnya potensi membaca. Bandung: Mizan Learning Center

About these ads